TEMPO.CO, Jakarta - Associate Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Tomi Satryatomo, mengatakan akun pendengung atau buzzer mendominasi peta percakapan pada klaster partai politik pendukung UU Cipta kerja. "Di kubu pro hampir tidak terlihat adanya akun-akun tokoh pemerintah, tokoh politik pendukung, maupun instansi pemerintah," ujarnya. Kubu pro ini tidak menjawab hal-hal yang menjadi perhatian kubu kontra. Sebaliknya, pada klaster kontra RUU Cipta Kerja, politikusnya menjadi influencer bersama dengan akademisi, aktivis, bahkan aktor-aktor nonpolitikus dengan pola percakapan organik (conversational). Aktor yang dominan pada klaster kontra RUU Cipta Kerja adalah akademisi, seperti Pukat UGM.
Source: Koran Tempo October 18, 2020 11:15 UTC