REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dalam retorikanya yang kerap mengejutkan dunia, Presiden AS Donald Trump kali ini mengalihkan pujiannya kepada sebuah entitas yang tak pernah diduga akan dipujinya: Hamas. Dalam pernyataan-pernyataan publik terbarunya mengenai Gaza, Trump tak henti mengakui peran krusial gerakan tersebut dalam mengamankan dan memulangkan sandera-sandera Israel, baik yang masih hidup maupun yang telah menjadi jenazah. Segera setelah serangan yang mengguncang dunia itu, pimpinan Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, bergerak cepat. Melalui pertemuan-pertemuan rahasia, baik selama gencatan senjata November 2023 maupun yang lebih krusial pada Januari 2025, Hamas membentuk sebuah sistem koordinasi yang rapi. Sementara jenazah disimpan dengan hati-hati di kuburan khusus dalam terowongan atau di sekitar pemakaman, dijaga oleh unit-unit bayangan yang bergerak dalam senyap.
Source: Republika February 08, 2026 03:29 UTC