LONDON, KOMPAS.com - Airbus bakal memangkas 15.000 pekerjanya, atau sekitar 10 persen dari keseluruhan jumlah tenaga kerja. "Airbus bersyukur dengan dukungan pemerintah yang membuat perusahaan mampu mengurangi dampak buruk dari situasi ini. Airbus bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 5.000 pekerjanya di masing-masing negara. Perusahaan pun menyatakan bakal mengurangi jumlah PHK dengan membuka opsi meninggalkan perusahaan secara sukarela, pensiun dini, hingga program kerja pasial jangka panjang. "Airbus mengalami krisis paling parah yang pernah dialami industri ini," ujar CEO Airbus Guillaume Faury dalam keterangan tertulis.
Source: Kompas July 01, 2020 01:18 UTC