JawaPos.com - Dua kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dan Pramono Anung turut terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi e-KTP. Walau belum tentu bersalah, ini bencana bagi Puan Maharani. Karena dalam pengadilan media sosial tidak ada editor, tidak ada SOP, dan tidak ada filter publikasi. Oleh karenanya, media sosial bisa berperan dalam mengadili seorang tokoh ataupun Puan Maharani. Puan Maharani segara menjadi ratu bagi pemberitaan dan pengadilan media sosial," pungkasnya.
Source: Jawa Pos March 23, 2018 06:57 UTC