Perusahaan Jerman itu telah menderita kerugian operasional pada kuartal kedua sebesar EUR 1,68 miliar atau setara Rp 28,4 triliun karena pandemi Covid-19. Sebuah laporan terbaru menyebutkan kalau Mercedes-Benz memutuskan untuk berhenti memproduksi mobil terutama jenis sedan di Amerika Serikat (AS) dan Meksiko. Menurut laporan Reuters, dilansir via Motor1, Senin (20/7), Mercedes berniat untuk menghentikan produksi sedan C-Class di pabriknya di Alabama. Perusahaan menghabiskan biaya sebesar EUR 129 juta atau berkisar Rp 2,1 triliun untuk biaya operasional dan pensiun dini sebagian karyawannya serta EUR 687 juta atau setara dengan Rp 11,4 triliun dalam merestrukturisasi produksi global kendaraan Mercedes. Perusahaan juga mempertimbangkan untuk menjual pabriknya di Iracemapolis, Brasil, sementara pabrik Hungaria juga dipertimbangkan untuk dijual lantaran dinilai menjadi penghambat.
Source: Jawa Pos July 20, 2020 09:51 UTC