Saat mendengar kabar pemain yang sempat diultimatum karena kelebihan berat badan pada awal 2016 itu meninggal, Milo merasa seperti sedang bermimpi. Menurutnya, dia seperti kehilangan putra sendiri. Dia tidak peduli ketika banyak pihak mengkritik tubuh AK yang tambun, usianya yang tua bahkan sampai jarang bermain selama beberapa tahun sebelumnya. Menurut Milo, AK bahkan lebih dari salah satu penjaga gawang terbaik di Indonesia. Bahkan, dia selalu teringat pada AK, yang menyelesaikan semua keluhan dan latihan dengan senyuman.
Source: Jawa Pos January 12, 2017 12:42 UTC