TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Korps Brimob Kepolisian RI Inspektur Jenderal Murad Ismail menegaskan senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL), yang diimpor Polri, bukanlah senjata mematikan dan berbahaya. "Ini senjatanya bukan untuk membunuh, tapi untuk efek kejut. "Pelurunya banyak, ada peluru karet, peluru hampa, peluru gas air mata, peluru asap, dan peluru tabur," ujarnya. Murad mengatakan ini bukan pertama kali Polri mengimpor senjata sejenis, tapi sudah yang ketiga kalinya. "Ini bukan impor pertama, tapi sudah yang ketiga kali.
Source: Koran Tempo September 30, 2017 18:00 UTC