Sebagian besar warga di peta area terdampak (PAT) memang telah pindah. Namun, masih ada warga yang tetap bertahan. Nyaris tidak ada warga yang lalu-lalang di jalan malam itu. Kini sudah banyak rumah warga yang diratakan petugas Badan Pengendalian Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang kini berganti menjadi Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS). Jika tanah wakaf musala tersebut diprioritaskan sejak awal, ucap dia, kemungkinan tidak ada warga yang menolak pergi dari tanah Desa Ketapang.
Source: Jawa Pos May 28, 2017 12:00 UTC