REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tokoh pemuda Maluku, Amrullah Usemahu, mengapresiasi tidak adanya satu pun bendera Republik Maluku Selatan (RMS) berkibar pada tanggal 25 April lalu. "Dulu kan kita melihat tentara itu terlihat garang dan keras di lapangan. Tapi sekarang, kita melihat tentara itu dekat dengan rakyat, lewat tindakan yang beliau (Pangdam -red) lakukan ini," katanya. Keberhasilan pendekatan Pangdam XVI Pattimura, jelasnya, juga dirasakan di daerah-daerah yang selama ini dipetakan rawan konflik. Aboru selama ini indentik dengan RMS," ujarnya seraya mendoakan kondisi kondusif seperti ini akan terus berjalan selamanya.
Source: Republika April 30, 2017 08:21 UTC