Erdogan berencana mengirim pasukan ke LibyaREPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengingatkan Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk tidak mengganggu kondisi di Libya. Pernyataan itu muncul setelah Parlemen Turki menyetujui Rancangan Undang-Undang yang bisa mengerahkan pasukan ke Libya, Kamis (2/1). Setelah pengumuman itu, Trump melakukan panggilan telepon langsung kepada Erdogan. "Menunjukkan bahwa campur tangan asing mempersulit situasi di Libya," kata juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Aljazirah. Erdogan mengatakan pekan lalu, Turki akan mengerahkan pasukan di Libya untuk mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Fayez al-Serraj yang diakui secara internasional.
Source: Republika January 03, 2020 01:41 UTC