REUTERS/Tom BrennerTEMPO.CO, Jakarta - Jumat kemarin, Presiden Amerika Donald Trump kembali menegaskan sikapnya soal kampanye merobohkan patung-patung di Amerika. Berpidato di depan Mount Rushmore, yang mengabadikan empat figur mantan Presiden Amerika, Trump menyebut kampanye tersebut sebagai upaya menghapus sejarah negeri Paman Sam. Diberitakan sebelumnya, kampanye merobohkan patung-patung dengan jejak kolonialisme dan rasisme muncul dari peristiwa pembunuhan George Floyd. George Floyd adalah pria kulit hitam asal Minneapolis, Minnesota yang tewas dibunuh personil Kepolisian setempat. Peristiwa pembunuhan Floyd memicu efek berantai mulai dari kampanye Black Lives Matter, reformasi Kepolisian, hingga kampanye merobohkan patung-patung.
Source: Koran Tempo July 04, 2020 08:26 UTC