"Institusi finansial dunia, termasuk asian development bank mendukung penuh green energy project karena energi terbarukan merupakan tonggak dari peradaban," kata Susantono. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Indonesia yang terus melakukan percepatan dalam mencapai target bauran energi pada 2023 sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN). Bambang menjelaskan teknologi energi terbarukan harus in-line dengan 3 aspek, yaitu kondisi lokal, sosial, dan politik. PT GeoDipa merupakan satu-satunya BUMN panas bumi di bawah Kementerian Keuangan RI yang ditugasi untuk mempercepat proyek panas bumi Indonesia. "GeoDipa yang bekerjasama dengan PT SMI dan PT PII sudah ditawari kerjasama untuk pendanaan green proyek dengan beberapa Development Bank," kata Riki.
Source: Jawa Pos October 15, 2018 03:22 UTC