Semua disertasi di departemen-departemen bahasa Kurdi sekarang wajib menggunakan bahasa Turki. Arab News, 31 Juli 2020 melaporkan, kebijakan dewan ini dianggap sebagai kemunduran dari keputusan pemerintah Turki sebelumnya yang mengizinkan penggunaan bahasa Kurdi. Begitu juga di sejumlah kampus sejak tahun 2013 membuka program studi tentang Kurdi dengan maksud memperkuat budaya Kurdi dan bahasa, namun program ini secara mendadak ditutup tahun 2015. Empat universitas di Turki yang mengizinkan pembukaan program bahasa dan literatur Kurdi akan berdampat dengan keputusan baru ini. Max Hoffman, analis Turki dari Pusat Pemajuan untuk Amerika di Washington mengatakan, bahasa Kurdi merupakan front lain dalam perang budaya Turki di era Presiden Erdogan dengan partai pendukungnya, Partai Keadilan dan Pembangunan.
Source: Koran Tempo August 01, 2020 01:30 UTC