Kadang-kadang, begitu bangun tidur, hal pertama yang saya cari adalah smartphone: saya memeriksa Facebook, WhatsApp, Twitter. Dan, perasaan marah itu bertahan lama; seharian saya menjalani urusan dengan kemarahan yang muncul sejak pagi hari. Lalu, Anda buka semua media sosial, mendapati beberapa tulisan yang membangkitkan perasaan marah, dan sesaat berikutnya Anda ikut menceburkan diri ke jejaring sosial dan ikut-ikutan marah. Mereka baik-baik saja dan Anda marah kepada orang-orang yang merasa semuanya baik-baik saja. Dan, kemarahan selalu bersumber dari diri sendiri, dari pengalaman-pengalaman kita sendiri, dari cerita yang kita karang sendiri ketika merespons sebuah situasi.
Source: Jawa Pos January 09, 2017 09:31 UTC