Beberapa pelaku bisnis offline terlihat cepat bergerak ke online dengan menjadi penjual di berbagai marketplace e-commerce. Ironisnya, sebagian besar para pelaku UKM tidak memiliki dukungan teknologi digital yang mendorong mereka membuka online store. "Para pelaku bisnis UKM yang mempunyai offline shop bisa dengan mudah menjadi online shop, dengan biaya yang sangat terjangkau," ungkapnya. Selain itu, terkait software Omega POS, dia juga memaparkan hingga kini Omega telah melayani kurang lebih sebanyak 5 ribu UKM di Indonesia. Pihaknya juga bermitra dengan para pelatih dan mentor untuk sosialisasi software ini lewat program Omega Partnership, mengingat masih banyak pelaku UKM yang belum menggunakan software Omega POS.
Source: Jawa Pos September 01, 2017 08:48 UTC