Hanya saja, lanjutnya, UMKM yang terhubung dengan market online baru sekitar 13 persen atau sekitar delapan juta pelaku usaha. Teten sudah meminta para pelaku e-commerce membuka laman UMKM di market mereka supaya produk UMKM semakin banyak dijual di market online. Dirinya mengungkapkan, kebanyakan UMKM tidak memiliki toko, pasar pun terbatas di lingkungan sekitar, sehingga penting didorong masuk ke market online. Karena, lanjut Teten, persaingan di market online dari sisi brand dan kualitas juga menjadi faktor yang penting. Maka kalau didorong ke market online yang pasarnya nasional dan ekspor, namun dengan keterbatasan kapasitas produksi, maka akan ditinggalkan konsumen.
Source: Republika June 02, 2020 08:26 UTC