Banyak properti milik komunitas Arab yang berkurang,REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Khaled Talib, seorang jurnalis dan penulis yang merupakan cucu keluarga Talib, bercerita bagaimana kakeknya membeli tanah Tree tops dengan saudara-saudaranya pada tahun 1800-an. Menurut dia, keluarganya kehilangan banyak tanah akibat Undang- Undang Pengadaan Tanah tersebut. Ia yakin, jumlah itu lebih tinggi lantaran cukup banyak orang Arab yang menyebut diri mereka orang Melayu. Hal itu terjadi utamanya ketika pemerintah mulai memberikan subsidi pendidikan hanya kepada orang Melayu, yang dianggap sebagai penduduk asli resmi. Ini bagian dari pengembangan sisi multi kultural Singapura,'' kata salah satu wanita berdarah Arab di Singapura itu.
Source: Republika March 18, 2019 09:11 UTC