Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin tiba untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. Ia mengingatkan, Jokowi adalah Presiden yang lahir dan tumbuh besar dari suara arus bawah sehingga mestinya terbuka pada kritik publik. Pernyataan Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin menuai kritik karena menyebut para pengkritik tes wawasan kebangsaan bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi itu berotak sungsang. Tokoh senior yang juga Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, termasuk salah satu pengkritik tes wawasan kebangsaan. LHKP PW Muhammadiyah DIY meminta Ngabalin mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas ucapannya yang dinilai mencederai Busyro Muqoddas.
Source: Koran Tempo May 15, 2021 03:22 UTC