Menurut Haedar, radikalisme seakan-akan hanya ada pada umat Islam. "Umat Islam itu bukan duri dalam kehidupan berbangsa. Justru umat Islam itu merupakan pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negara ini," jelas Haedar, saat menghadiri peresmian nama jalan KH Achmad Dahlan di depan kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Ahad (19/1). "Seperti sebutan pegawai BUMN banyak yang terpapar, masjid terpapar, bahkan anak PAUD juga disebut terpapar radikalisme, itu arahnya jelas ke radikalisme Islam," katanya. Untuk itu, dia meminta pemerintah agar jangan selalu menganggap umat Islam sebagai obyek yang terpapar radikalisme.
Source: Republika January 19, 2020 07:01 UTC