REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Umat Kristen di Kota Tua Yerusalem mengaku terancam oleh intimidasi dan akuisisi properti yang dilakukan pemukim Yahudi garis keras. Ketegangan semakin meningkat tahun ini di wilayah berpenduduk Kristen dan Armenia seluas 1 km persegi. Para pemukim gigih dalam upaya mereka untuk mengikis kehadiran komunitas Kristen di Yerusalem," kata Theophilos III, patriark Ortodoks Yunani di Yerusalem, kepada The Guardian, Selasa (2/5). Gereja Ortodoks Yunani, gereja Kristen tertua di Yerusalem, juga sangat prihatin terhadap upaya pemukim yang ingin menguasai wilayah dekat Gerbang Jaffa, pintu masuk utama ke wilayah warga Kristen dan Armenia. Organisasi pemukim Ateret Cohanim dilaporkan berada di balik pembelian properti penting itu, yang bertujuan untuk mengukuhkan kehadiran Yahudi di Yerusalem.
Source: Republika May 01, 2018 23:15 UTC