TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Puji Karyanto, mengatakan kampus akan proaktif menelusuri dugaan pelecehan seksual fetish kain jarik. Menurut dia, Unair tak hanya akan menunggu informasi berdasarkan aduan masuk, tapi juga menghimpun informasi yang beredar melalui media sosial. Dugaan pelecehan seksual oleh pelaku berinisial G ini mencuat melalui media sosial lewat pengakuan seorang korban. Kemudian, G membujuk korban agar bersedia seluruh tubuhnya dibungkus rapat dengan kain, seperti jarik atau lainnya, hingga menyerupai mayat. Meski begitu, Puji mengimbuhkan, tim Unair saat ini masih berfokus untuk menghubungi G. Ia mengatakan telepon seluler G belum bisa dihubungi.
Source: Koran Tempo August 01, 2020 00:00 UTC