BRUSSELS, KOMPAS.com - Uni Eropa, Senin (13/3/2017), memperingatkan Presiden Recep Tayyip Erdogan agar menghentikan retorikanya terkait krisis diplomatik Turki dan Belanda. Dalam situasi yang sangat berpotensi memperburuk hubungan Turki dan Uni Eropa menjelang referendum 16 April mendatang, Brussels memperingatkan agar Ankara tidak memperkeruh suasana. Peringatan itu disampaikan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan komisioner perluasan Uni Eropa Johannes Hahn. "Sangat penting untuk menghindari eskalasi lebih lanjutu dan mencari cara untuk menenangkan situasi," demikian pernyataan Uni Eropa. Sementara itu, komandan NATO Jens Stoltenberg juga mendesak Turki dan semua sekutu NATO agar menunjukkan rasa saling menghormati, tetap tenang, dan mengambil langkah untuk mendinginkan situasi.
Source: Kompas March 13, 2017 14:03 UTC