Ini menjadi satu dari sekian alasan, mengapa ABB enggan mengajukan grasi kepada Presiden dan menolak pembebasan bersyarat untuk kebebasannya. Bukan hanya soal pemikiran dan ideologi ABB yang tak berubah, melainkan juga pengaruh serta kharisma luar biasa ABB yang masih kuat bagi pengikutnya. Salinan tulisan tangan ustaz ABBNamun, melihat pertimbangan kemanusiaan yang mendasari rencana pembebasan ABB itu tentu juga patut dilihat sebagai sebuah iktikad baik, terlepas dari beragam analisis miring di balik motif pembebasan tersebut. Rencana pembebasan ABB yang diinisiasi Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra masih menggunakan pertimbangan yang sama, yaitu aspek kemanusiaan. Saya berbaik sangka, bahwa pembebasan ABB adalah titik awal dan bukan akhir dari upaya panjang bangsa merajut silaturahim, atas nama kemanusiaan, saudara satu bangsa, dan saudara sesama iman.
Source: Republika January 19, 2019 18:56 UTC