REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai Indonesia telah memasuki fase krisis ekologis menyeluruh sepanjang 2025. Menurut Walhi, kondisi ini muncul akibat arah pembangunan nasional yang semakin menguatkan model ekonomi ekstraktif. Koordinator Kampanye Eksekutif Nasional Walhi, Wahyu Eka Styawan, memandang ambisi pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen mendorong negara menjadikan Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai tolok ukur utama kemajuan. Walhi mencatat penurunan upah riil serta meningkatnya jumlah penduduk rentan miskin sepanjang 2025 di tengah percepatan proyek berbasis ekstraksi sumber daya alam. Walhi juga mencatat rencana pembukaan 20 juta hektare lahan untuk pangan dan energi berpotensi memperluas tekanan ekologis.
Source: Republika January 29, 2026 00:30 UTC