"Dalam peristiwa ini sebanyak 30 unit rumah adat Kampung Tarung terbakar. Peristiwa ini merupakan musibah dihadapi masyarakat adat Tarung, sehingga tidak ada pihak yang disalahkan di balik peristiwa ini," kata tokoh masyarakat adat Kampung Tarung Rato Lado Regi Tera ketika dihubungi Antara dari Kupang, Senin, 9 Oktober 2017. Ia menegaskan, masyarakat adat Kampung Tarung akan menggelar upacara adat sebagai tradisi masyarakat di Sumba untuk mengeluarkan api dari lokasi kejadian. Ia menegaskan, proses pembangunan rumah adat di Kampung Tarung dilakukan setelah upacara adat mengeluarkan api sudah dilakukan masyarakat adat. Rato Lado mengatakan sejak kebakaran yang melanda kampung adat Tarung, pemerintah Kabupaten Sumba Barat langsung menyalurkan bantuan sembako kepada para korban.
Source: Koran Tempo October 09, 2017 15:56 UTC