REPUBLIKA.CO.ID, MALANG – Sepekan pasca-Lebaran, publik Malang dihebohkan dengan baliho yang terpampang di jalan. Baliho bertuliskan 'Red Army' dengan memunculkan tokoh mantan wali kota Malang Peni Suparto ini, secara sekilas ditunjukkan untuk mengucapkan Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat Kota Malang, Jawa Timur. Setelah memunculkan kehebohan di masyarakat, baliho yang dianggap bersinggungan dengan komunis itu pun telah diturunkan pada Selasa (4/7). Menurut Piryadi, penurunan baliho tersebut telah didukung oleh aparat hukum lainnya seperti Polresta Kota Malang. “Baliho 'Red Army' yang tidak berizin ini langsung diturunkan,” tambah dia.
Source: Republika July 05, 2017 03:56 UTC