Pandangan buruk atas waria tidak hanya terjadi pada waria. Sejak 2016, perempuan asal Sumenep, Madura, ini setia mengajari waria mengaji Alquran di Pondok Pesantren Waria Al-Fatah, Jogjakarta. Dari lima bab yang tersaji, bab awal menceritakan profil pesantren waria, pasang surut eksistensi, serta konflik sosial yang pernah dialami. Mulai sejarah latar belakang keluarga, asal usul menjadi waria, bentuk intimidasi, jenis pekerjaan, cita-cita, hingga pemikiran waria tentang agama dan Tuhan (halaman 111–204). (*)Judul: Santri Waria: Kisah Kehidupan Pondok Pesantren Waria Al-Fatah YogyakartaPenerbit: Diva PressPenulis: Masturiyah Sa’danCetakan: Pertama, Agustus 2020Tebal: 360 halamanISBN: 978-623-293-078-0ACHMAD FAESOL, Dosen Sosiologi Agama IAIN Jember
Source: Jawa Pos September 06, 2020 12:00 UTC