Namun Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat untuk berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih pangan selama bulan Ramadan, termasuk takjil. Karena itu, BPOM menggelar intensifikasi pengawasan pangan jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2017 sejak dua pekan sebelum Ramadan hingga satu minggu setelah lebaran. Selain itu, petugas Badan POM beserta Balai Besar/Balai POM (BB/BPOM) di seluruh Indonesia pun meningkatkan pengawasan terhadap pangan jajanan berbuka puasa (takjil) yang kemungkinan mengandung bahan berbahaya. Berdasarkan lokasi temuan, temuan pangan rusak banyak ditemukan di Jayapura, Padang, Bandung, Aceh, dan Manokwari. Temuan pangan kedaluwarsa banyak ditemukan di Manokwari, Jayapura, Samarinda, Ambon dan Denpasar dengan jenis produk mi instan, bahan tambahan pangan, biskuit, minuman serbuk, dan makanan ringan.
Source: Jawa Pos May 25, 2017 05:15 UTC