Dia meminta masyarakat jangan lagi mendaftar umrah lewat biro First Travel. Dia menduga uang dari orang yang mendaftar umrah itu akan diputar First Travel untuk memberangkatkan atau membayar uang refund jemaah lain. "Jangan mendaftar karena kalau sampai ada yang mendaftar maka First Travel akan menggunakan uang dari jemaah lain untuk dipakai mengembalikan uang jemaah yang mangkrak," kata Tulus saat ditemui di kantor YLKI, Jalan Pancoran Barat, Jumat (28/7). "Karena First Travel akan memakai uang jemaah yang itu (umrah reguler)," katanya. First Travel juga diminta menyampaikan data-data jemaah umrah yang masih menunggu keberangkatan kepada, Satgas Waspada Investasi untuk pemantauan dan kepada Kemenag dalam rangka pembinaan.
Source: Jawa Pos July 28, 2017 10:18 UTC