REPUBLIKA.CO.ID, KOETHEN -- Kepolisian Jerman menurunkan 1.000 orang petugasnya untuk mengamankan demonstrasi kelompok sayap kanan. Polisi berusaha menghindari tindak kekerasan yang dilakukan kelompok sayap kanan tersebut di sebelah timur Kota Koethen. Organisasi sayap kanan Jerman, termasuk kelompok anti-Islam Pegida mengatakan, mereka berencana untuk memprotes kematian seorang laki-laki berusia 22 tahun yang tewas setelah berselisih dengan dua orang imigran. Jerman saat ini tengah dihadapkan dengan berbagai protes sayap kanan yang berakhir dengan kekerasan. Protes-protes dan demonstrasi sayap kanan ini kembali memanaskan debat tentang kebijakan Kanselir Jerman Angela Merkel yang membuka pintu kepada lebih dari jutaan imigran pada tahun 2015 lalu.
Source: Republika September 16, 2018 18:56 UTC