UNICEF baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius mengenai tren pemanfaatan teknologi deepfake. Studi itu mencatat setidaknya 1,2 juta anak melaporkan bahwa foto mereka telah dimanipulasi menjadi konten seksual deepfake dalam satu tahun terakhir. UNICEF menjelaskan, deepfake berupa gambar, video, atau audio yang dihasilkan atau dimanipulasi menggunakan Al semakin sering dimanfaatkan untuk memproduksi konten seksual anak. Salah satu praktik yang mengkhawatirkan adalah nudifikasi yakni penggunaan Al untuk menghapus atau memodifikasi pakaian dalam foto anak sehingga tercipta gambar telanjang atau seksual palsu. Bahkan tanpa korban yang dapat diidentifikasi, materi seksual anak berbasis Al menormalkan eksploitasi seksual, mendorong permintaan konten abusif, dan menyulitkan aparat penegak hukum melindungi anak-anak yang membutuhkan bantuan," kata UNICEF.
Source: Republika February 07, 2026 17:06 UTC