TEMPO.CO, Jakarta - Makanan kemasan dan makanan instan umumnya mengandung zat aditif atau tambahan untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan rasa. Sekitar 85 persen makanan kemasan mengandung zat aditif, yakni bahan kimia yang digunakan untuk membuat makanan terasa lebih enak, terlihat lebih menarik, dan bertahan lebih lama. Uni Eropa, Inggris, dan Kanada telah melarang zat aditif ini. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan zat aditif ini penghancuran bakteri ramah usus, terutama di Sucralose. Setiap zat aditif yang tidak sehat ini memiliki alternatif yang lebih aman.
Source: Koran Tempo October 03, 2021 03:11 UTC