Sebab, APD sebenarnya hanya bisa digunakan sekali pakai padahal jumlah kasus dan pasien bertambah. "Memang APD sudah didistribusikan, tetapi setelah satu pekan dan kasus terus bertambah ternyata mereka mengeluhkan APD masih kurang karena hanya untuk sekali pakai," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (31/3). IDI meminta pengadaan APD harus rutin dilakukan karena semakin bertambah hari maka otomatis ketersediaannya semakin berkurang karena terus digunakan. "Per hari ini para bupati dan wali kota menagih APD ke saya, kalau ada pasti saya kirim, karena itu saya mohon secepatnya bisa di-drop (APD)," lanjutnya, Selasa (31/3). "Dari Gugus Tugas Covid-19 untuk APD dalam tiga hari ini kita punya cadangan 300 ribu APD dan akan segera kita berikan ke daerah," katanya.
Source: Republika April 01, 2020 00:33 UTC