REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON-- Sejak awal perang AS melawan Iran, Departemen Perang AS telah menggunakan lebih dari 850 rudal Tomahawk, yang telah mengurangi cadangan senjata yang tersedia di kawasan tersebut, demikian laporan The Washington Post pada Jumat (26/3/2026). Washington Post, yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa tingkat peluncuran rudal jelajah tersebut mengkhawatirkan para pejabat pertahanan, karena hanya beberapa ratus yang diproduksi per tahun. Selain itu, salah satu dari sumber tersebut menggambarkan jumlah rudal yang tersisa di Timur Tengah sebagai "sangat rendah dan mengkhawatirkan." Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Namun kemudian, Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Source: Republika March 27, 2026 23:27 UTC