TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi teror internasional, ISIS menyambut kematian pemimpin Garda Revolusi Iran, Jenderal Quasse Soleimani dengan menyebut peristiwa itu sebagai campur tangan ilahi untuk mempersatukan kembali milisi itu. Jenderal Soleiman disebut sebagai arsitek dari operasi proksinya memukul keluar ISIS dari Irak dan Suriah. Orang nomor dua terkuat di Iran ini yang mengumumkan tentang kemenangan pasukan proksinya mengusir ISIS dari negara-negara sekutu Iran. Operasi rahasia militer AS membunuh Jenderal Soleimani, menurut Dan Yergin, Ketua IHS Markit kepada CNBC, justru memenangkan ISIS. Pasukan AS keluar, di satu sisi adalah kabar baik bagi Iran... tapi itu juga kabar baik bagi ISIS," kata Yergin.
Source: Koran Tempo January 11, 2020 01:30 UTC