REPUBLIKA.CO.ID, RAQQA -- Setiap delapan menit bulan lalu, sebuah bom, rudal, atau peluru ditembakkan ke kota Raqqa di Suriah oleh koalisi pimpinan AS yang memerangi ISIS. Airwars merupakan sebuah kelompok yang melacak jumlah warga sipil yang meninggal dalam serangan udara koalisi Rusia dan AS di Suriah dan Irak. Menurut Woods, lebih banyak amunisi dijatuhkan di Raqqa pada bulan Agustus daripada dijatuhkan pada pertempuran terberat di Mosul barat melawan ISIS di Irak. Airwars mengatakan, setidaknya 433 warga sipil Raqqa kemungkinan meninggal bulan lalu akibat serangan koalisi ke Raqqa. "Pengeboman paling brutal dilakukan oleh AS di Kota Raqqa yang menimbulkan jumlah korban sipil yang signifikan," kata Woods.
Source: Republika September 21, 2017 02:37 UTC