REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Amerika Serikat dan Israel lebih dulu melancarkan serangan ke Iran, namun kini muncul wacana kontroversial: negara-negara Arab diminta ikut menanggung biaya operasi militer tersebut. Sekretaris Pers Presiden AS Donald Trump, Carolyn Levitt, mengakui bahwa gagasan meminta mitra Arab membiayai operasi militer bukan hal baru di internal pemerintahan. Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Berdasarkan Iran War Cost Tracker, dalam 29 hari pertama saja, biaya operasi militer telah melampaui 35 miliar dolar AS. Namun, langkah Washington itu memicu pertanyaan serius dalam lanskap geopolitik: mengapa negara-negara Arab yang tidak menjadi pemicu konflik justru didorong untuk ikut menanggung konsekuensi finansialnya?
Source: Republika March 31, 2026 02:56 UTC