Presiden Joko Widodo atau Jokowi, didampingi Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat meresmikan program mandatori penggunaan B30 di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Senin 23 Desember 2019. TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan alasannya berkenan ditunjuk oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi petinggi perusahaan minyak negara tersebut. Ahok menyebutkan pendapatan Pertamina yang mencapai Rp 800 triliun atau hampir sepertiga anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN harus selalu diawasi. Selain mengawasi kinerja keuangan perusahaan, Ahok ingin memastikan bahwa Pertamina memiliki daya saing di lingkup perusahaan internasional. Untuk meningkatkan kinerja sekaligus membenahi Pertamina, Ahok pun bercerita telah membentuk tim transformer.
Source: Koran Tempo June 28, 2020 07:41 UTC