"Tower yang lama tingginya di bawah bandara, pandangan petugas pengatur lalu lintas jadi terhalang. Padahal pandangan mata telanjang sangat penting untuk mengetahui situasi lintasan di bandara," kata dia di Kantor AirNav Balikpapan, Kamis (25/8). Dia berujar, di Tower yang baru nanti, akan ada alat bernama Instrument Landing System (ILS) yang amat berguna bagi kondisi darurat. Yusfan menjelaskan, ILS difungsikan untuk membantu pilot yang akan mendarat di lintasan bandara dalam kondisi jarak pandang mata telanjang buruk sekalipun. Andai pandangan bandara terhalang oleh hujan lebat atau asap dari kebakaran hutan yang kerap terjadi Kalimantan, maka pilot dan petuas AirNav di Tower dapat membuat pesawat mendarat sempurna di lintasan bandara.
Source: Republika August 25, 2016 17:48 UTC