oleh AmidiMasih segar dalam memori kita aksi boikot yang dilancarkan oleh anak negeri ini selaku konsumen di negeri ini beberapa waktu lalu, karena mereka simpati dan menentang negara yang menciptakan pertikaian (Israel). Aksi tersebut sah-sah saja dan masih wajar, aksi tersebut bukan semata-mata karena mereka "benci" dengan produk yang diproduksi oleh pelaku bisnis yang diduga terafiliasi dengan Israel, namun karena mereka lebih menonjolkan nilai kemanusiaan yang terpatri dalam sanubari-nya. Selaku manusia yang didalam sanubari-nya masih terpatri nilai kemanusiaan-nya, wajar kalau dalam dirinya "berontak", "mengutuk keras", agar pertikaian segera diakhiri. Bila disimak secara seksamara, dampak boikot tidak secara signifikan menurunkan volume penjualan produk-produk yang kena boikot tersebut. Memang ada informasi, adanya penurunan volume penjualan dikalangan mereka, namun perlu ditelusuri lebih jauh lagi, apa benar dampak adanya penurunan volume penjualan atau penurunan omset mereka tersebut karena aksi boikot.
Source: Republika February 03, 2024 09:14 UTC