REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM — Sejumlah pakar memperingatkan, kesepakatan yang telah mengatur tata cara ibadah umat Islam dan Yahudi di situs suci Yerusalem selama enam dekade kini berada di ambang keruntuhan. The Guardian pada Jumat (20/2/2026), melaporkan, serangkaian peristiwa di masjid suci tersebut menyulut eskalasi yang mencapai puncaknya pada pekan ini. Otoritas Israel bahkan dilaporkan menangkap seorang imam Masjid Al-Aqsa dan melakukan penggerebekan saat jamaah tengah melaksanakan sholat Tarawih pada malam pertama Ramadhan. Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa hanya umat Islam yang diizinkan beribadah di kompleks suci tersebut, yang dikenal sebagai Al-Haram al-Sharif oleh kaum Muslimin. Bagi umat Yahudi, lokasi tersebut dikenal sebagai Temple Mount, situs berdirinya Bait Suci pertama dan kedua di masa lalu.
Source: Republika February 22, 2026 14:54 UTC