Migrain seringkali diikuti dengan gejala lain, seperti muntah, pandangan kabur atau sensitivitas lebih terhadap bau, cahaya atau suara. Seperti dilansir dari laman Times of India, para ilmuwan dari Universitas Miguel Hernández di Elche, Spanyol mengungkapkan bahwa penyebab perempuan lebih sering mengalami migrain seringkali terkait dengan aktivitas hormon seks. Studi tersebut dilakukan pada binatang untuk membantu membangun keterkaitan antara hormon seks perempuan dan migrain. Karena alasan inilah, perempuan lebih sering memiliki masalah migrain. Namun, keterkaitan migrain dengan hormon sebetulnya lebih kompleks dan membutuhkan penelitian yang lebih banyak.
Source: Kompas January 29, 2020 00:11 UTC