TEMPO.CO, Jakarta - Konflik bersenjata di Libya kini di tepi jurang perang proxy dengan keterlibatan Turki dan beberapa negara besar lainnya. Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyib Erdogan tampak yang paling aktif dalam pusaran konflik Libya untuk menjatuhkan Haftar. Analis senior di Rystad Energy, Aditya Saraswat mengatakan, Turki berkepentingan untuk melakukan eksplorasi gas di sepanjang perbatasan laut Turki dan Libya di bagian timur laut Mediterania. Kesepakatan Libya dan Turki dalam eksplorasi gas telah dikecam negara tetangganya. Perlu diingat juga, banyak perusahaan Turki yang telah menjalankan bisnisnya di Libya di masa Ghadafi yang mengalirkan dana miliar dollar Amerika ke Turki.
Source: Koran Tempo August 04, 2020 06:56 UTC