Namun pembom B-52 akan segera mendapatkan perombakan radikal, membuatnya menjadi salah satu pesawat militer Amerika pertama yang memiliki sistem senjata laser. Pemimpin Angkatan Udara AS bereksperimen dengan memasang sistem laser eksternal ke pesawat raksasa itu, yang memungkinkannya untuk meledakkan rudal atau mengganggu sistem navigasinya. Proyek ini merupakan bagian dari rencana lima tahun Air Force Research Lab untuk menciptakan listrik, optik dan laser untuk membantu bomber besar seperti B-52 bertahan. Para peneliti mengatakan pesawat yang lebih besar dan lebih tua itu sempurna untuk senjata laser, dan menambahkan sistem eksternal tidak akan mempengaruhi kemampuannya. Laboratorium Penelitian Angkatan Udara AS telah mengatakan bahwa mereka bermaksud mewujudkan program senjata laser ini pada 2023.
Source: Koran Tempo February 12, 2017 09:22 UTC