Amerika Serikat, Indonesia, dan "Post-power Syndrome" - News Summed Up

Amerika Serikat, Indonesia, dan "Post-power Syndrome"


Oleh: Ervan HardokoKOMPAS.com — Lengser dari tampuk kekuasaan, apalagi dari jabatan yang begitu mentereng seperti presiden Amerika Serikat, mungkin akan menimbulkan post-power syndrome berkepanjangan. Bahkan setelah tak menjadi presiden, Bush sama sekali tak tertarik dengan dunia politik. Justru dengan predikat mantan presiden AS, Bush bisa menjual dirinya dan membangun "karier" baru yang lebih berguna dan mulia dibanding saat menjadi presiden. ****Indonesia, meski tak setua Amerika Serikat dan bukan negara yang secara politik kisruh macam Gambia, sudah memiliki beberapa mantan presiden. Kedua putrinya sudah beranjak dewasa dan tak lama lagi mereka akan lebih memilih berkumpul bersama teman-teman ketimbang menonton bioskop bersama ayahnya.


Source: Kompas January 22, 2017 23:20 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */