Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Berkarya, Badarudin Andi Picunang mengatakan memang Soeharto kala menjadi kepala negara diturunkan karena dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). "Pak Harto memang diturunkan salah satunya karena KKN mau dikurangi, tapi sami mawon (sama saja) juga sampai kini. Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Ahmad Basarah menilai korupsi berawal dari ditetapkannya tap MPR Nomor 11/1998. Tak lama berselang kini gilrian Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni menyebut 'Bapak Pembangunan' itu sebagai simbol korupsi di Indonesia. Karena para mahasiswa turun ke jalan melengserkan Soeharto dari jabatan kepala negara karena tiga hal, yakni korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Source: Jawa Pos December 01, 2018 02:37 UTC