REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak korban penipuan Pedepokan Dimas Kanjeng, Muhammad Nur Najmul sempat protes kepada ibunya yang mengirimkan uang sampai Rp 200 miliar kepada Taat Pribadi. “Kami gelisah,memeriksa di dalam koper, tidak ada kebenaran di dalamnya,” ujar Najmul dalam sebuah acara Indonesia Lawyers Club (ILC), di salah satu stasiun televisi, Selasa (4/10) malam. Terkait hal tersebut, Najmul kemudian mencoba melaporkan kepada anggota DPR RI, Akbar Faisal. Najmul menjelaskan, awal mula orang tua menjadi pengikut Dimas Kanjeng karena diajak seseorang. Namun, Najmul tidak bisa menjelaskan secara pasti alasan orang tuanya tertarik menjadi pengikut Dimas Kanjeng.
Source: Republika October 04, 2016 16:30 UTC