TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia masih kekurangan analis Keuangan yang memiliki sertifikasi berskala internasional. Secara global, tingkat kelulusan peserta tes yang lulus mengikuti CFA ini sekitar 40 persen. "Dari kebanyakan yang tidak lulus ini memang karena kurang persiapan, karena juga harus bekerja," ujarnya. Bagi praktisi keuangan, CFA ini dianggap lebih penting dibandingkan gelar MBA (Master of Business Administration).CFA adalah sertifikat profesi sebagai analis yang dikeluarkan CFA Institute, Amerika Serikat. Sertifikat ini khusus diperuntukan bagi para profesional yang bekerja di bidang keuangan.
Source: Koran Tempo March 24, 2018 10:30 UTC