REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Agus Hermanto mendesak Pemerintah memprioritaskan energi baru dan terbarukan (EBT) khususnya panas bumi. Sebabnya, potensi energi panas bumi mencapai 30 Giga Watt namun baru lima persen saja energi panas bumi yang digarap yaitu sekitar 1.700 MW. Kemudian terkait riset panas bumi, kata Agus, Indonesia kedatangan delegasi untuk belajar dalam mengelola riset geothermal yang memiliki standar dunia. "Karena itu kita juga pernah mengunjungi Selandia Baru dan sekarang mengunjungi Iceland Geothermal (ISOR) di Islandia," ujarnya. "Untuk ISOR sendiri merupakan pusat Penelitian panas bumi yang cukup besar dulu dibawa pemerintah sekarang telah dikelola oleh pemerintah daerah setempat," tutup Agus.
Source: Republika August 09, 2017 23:59 UTC