Jakarta (06/04) — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan menyampaikan kritiknya terhadap porsi belanja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang berjumlah Rp 11,22 triliun namun dari alokasi belanja tersebut ternyata pos anggaran untuk ketahanan bencana dan perubahan iklim sangatlah kecil yakni hanya 2,3% dari total belanja KLHK. “Hal ini patut dipertanyakan karena negara kita merupakan Kawasan rawan bencana dan pasti diperlukan anggaran yang memadai untuk menahan laju perubahan iklim” cetus Johan saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan KLHK di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu, (06/04/2022). Johan mengungkapkan bahwa belanja utama KLHK diperuntukkan dengan tujuan untuk penurunan laju deforestasi dan menjaga kondisi lingkungan pada toleransi yang dibutuhkan, namun pada porsi anggaran sangat tidak memadai. Politisi PKS ini menyayangkan kecilnya porsi anggaran untuk ketahanan bencana dan perubahan iklim padahal menurutnya negara harus memiliki kewaspadaan sebagai daerah rawan bencana yang diperparah dengan perubahan iklim yang akan menambah jumlah kejadian bencana. “Saya mendorong KLHK menyiapkan anggaran yang memadai untuk mencegah dan menangani bencana serta menahan laju perubahan iklim” ucap Johan.
Source: Jawa Pos April 07, 2022 01:01 UTC